Panggil aja dia Dika, seorang anak SMA
yang masih labil mulai dari milih barang sampe milih cewe pun labil dia. Gangerti
kenapa dia bisa begitu! Oke pada suatu hari dia lagi deket sama seorang cewe,
sebut aja gebetannya dia namanya Tiwi. Mereka udah saling mengenal sudah
setengah semester lebih, Dika pun sudah pdkt sama dia selama 4 bulanan tapi
sampai saat ini belum ada kata cinta diantara mereka yang terdengar, kenapa
begitu? Kan udah dibilang di awal tadi si Dika itu orangnya labil, jadi dia ga
selalu yakin sama perasaannya dia, di lain sisi juga si Tiwi nya memberikan
sifat yang berubah-rubah ke Dika, nah itu juga yang membuat Dika nambah labil.
Disaat pulang sekolah mereka berdua sedang ngobrol dan disaat itu juga Dika
punya niatan buat menyatakan perasaan dia ke Tiwi, tapi tiba – tiba ada
temennya Dika dan sekaligus temennya Tiwi juga yang bernama Candra datang,
ternyata Candra datang menghampiri Tiwi untuk mengajaknya pulang bareng. Dika
pun mengeluarkan tampang ngenesnya, yang niatnya ingin menyatakan cinta ke Tiwi
pada saat itu ternyata gagal.
Besoknyaa disekolah dengan perasaan
yang yakin dan tidak ada sedikit pun rasa ragu dihari itu, Dika pun ingin
menyatakan perasaannya terhadap Tiwi. Tapi tiba – tiba saat masuk ke kelas, ada
salah satu sahabatnya yang memberitahu bahwa Tiwi dan Candra sudah berpacaran
sejak kemarin dan mereka sudah pdkt selama 2 bulan. Dika pun berputus asa dan
sangat kecewa pada dirinya sendiri, kenapa ga nyatainnya sejak kemarin kemarin.
Di hari itu dan di hari seterusnya Dika pun berubah sifatnya jadi seorang
remaja yang murung dan tiada hari tanpa galau, apalagi ketika dia melihat Tiwi
dan Candra sedang berduaan, rasanya dia ingin menggosokkan muka ketembok agar
tidak bisa ngeliat dia sedang berduaan (lagi).
Hari demi hari sudah Dika lewati
dengan perasaan galau yang merusak pikirannya, tidak jarang juga sejak
kejadiaan itu dia galau berkelanjutan sampai sampai nilai ulangan mendapatkan
nilai yang penuh kontroversi dan cetar yaitu nol besar dengan tinta merah dan
ada tanda senyum didalamnya. Dengan sifat Dika yang seperti itu pun sahabatnya
yang bernama Roni merasa iba dan mencoba untuk menyuruh Dika MOVE ON! Dan si
Roni pun mencoba untuk mengenalkan sahabatnya itu kepada salah satu temennya. Dengan
senang hati Dika menerima tawaran dari Roni dan Roni pun memberikan nomor
telepon temennya itu ke Dika.
Sampai dirumah, Dika pun mencoba
menghubungi temannya Roni yang bernama Nisa lewat sms. Sesaat kemudian Nisa pun
membalasnya sampai seterusnya mereka berdua melakukan percakapan yang panjang
di setiap hari - harinya. Dika yang awalnya tidak terlalu berharap dengan Nisa
karena takut kejadian yang lalu terulang kembali, dan pada akhirnya dia pun
jatuh cinta denga Nisa yang baru ia kenal selama 1 bulan lebih.
Setiap kali mereka berpapasan saat
jalan di sekolah, pasti mereka saling berpura – pura tidak kenal dan setiap
kali mereka bertempat di lokasi yang sama pasti mereka saling melirik melirik
dari kejauhan dan tidak jarang juga mereka melempar senyuman tipis, yaa namanya
lagi pdkt pasti masih kaya kucing dikasih makanan, malu – malu gajelas.
Hari ke hari hubungan Dika dan Nisa
pun semakin dekat dan mereka sudah berani untuk saling menyapa ataupun sedikit
mengobrol dan bercanda gurau bersama saat istirahat di sekolah.
Pada suatu hari, tiba – tiba Tiwi sms
Dika seperti orang yang lagi sedih dan Tiwi mencoba untuk curhat dengan Dika
kalau dia habis di selingkuhin sama pacarnya yaitu Candra. Hampir setiap hari
Tiwi sms Dika untuk sekedar curhat ataupun membicarakan apa saja. Tapi disaat
hubungannya Dika dengan Nisa sedang hangat, ternyata diam – diam si Tiwi suka
dengan Dika sebelum Tiwi berpacaran dengan Candra dan Dika pun mengetahui itu
dari teman – temannya. Setelah mengetahui itu pun Dika pun bingung dan sempat
labil dengan taunya itu.
Besoknya, Dika pun mencoba bertanya
empat mata dengan Tiwi tentang perasaan dia terhadap Dika dan ternyata benar
bahwa Tiwi itu sudah lama suka dengan Dika, tetapi Dika meminta maaf karena dia
sudah tidak ada perasaan lagi ke Tiwi. Tiba – tiba Tiwi pun terdiam dan
tercengang ketika tahu itu dan Dika pun lalu meninggalkan Tiwi. Setelah pergi
dari Tiwi, Dika pun menghampiri Nisa yang sedang berada di lapangan sekolah
yang sedang duduk dan ternyata di hari itu juga Dika mempunyai niatan untuk
menyatakan perasaan cintanya ke Nisa dan dengan keringat dingin dan takut tidak
diterima, akhirnya cinta Dika pun diterima oleh Nisa dan disaat itu juga Tiwi
menyaksikan saat – saat Dika dan Nisa berpacaran. Dengan perasaan yang kecewa
Tiwi pun meninggalkan tempat kejadiaan itu.
Jadi, ketika lu mencintai seseorang
dan ada seseorang lagi yang mencintai lu, elu harus memilih salah satu dari
mereka jangan dua – duanya!
TAMAT, Salam Kuper!
0 komentar:
Posting Komentar